Sejarah Perkembangan Isalam di Singocandi Kota Kudus

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM
DI DESA SINGOCANDI

1.     Penduduk Kota Kudus semula beragama Budha atau syirik kemudian kurang lebih tahun 1500 M mbah Sunan Kudus datang membawa agama islam, alhamdulillah memang agama tauhid lebih rasional ketimbang agama syirik maka mayoritas masyarakat kota kudus masuk islam dan setelah itu mbah Surgi dan mbah Puspoyudo membawa islam ke dasa Singocandi yang mana kapan tahunnya hanya Allah yang maha tahu. Dan kondisi islamnya masyarakat masih sangat awam. Dengan kata lain islam KTP atau abangan akan tetapi mayoritas penduduk sudah muslim. Akan tetapi segala jenis kemaksiatan tetap berjalan seperti; germo, tayuban, miras, judi, ledek, dan lain-lain, saat itu yang berkembang adalah ilmu kejawen, perdukunan, ilmu hitam, bantuan jin dan lain-lain.

2.     Seiring dengan berjalannya waktu Allah Ta’ala menghendaki adanya pendakwah agama yang meneruskan perjuangan mbah Surgi. Maka ada seorang alim yang hatinya risau memikirkan perkembangan agama, karena tidak mungkin dakwah agama dilakukan sendirian. Beliau memohon kepada Allah supaya desa Singocandi dikaruniai generasi yang alim, bisa mendakwahkan islam yang lebih konkrit (menggelar ilmu agama, amar ma’ruf nahi munkar). Beliau adalah mbah Amin, kelahiran kurang lebih tahun 1840 M.

3.     Dan do’anya ternyata dikabulkan oleh Allah dengan dikaruniai satu anak menantu dan dua  cucu yaitu :
a.     Dikasih menantu yang sholih alim akhirat tegas yaitu mbah Mustamar.
Menurut cerita yang bersumber dari mbah Hj. Fatimah dari mbah Sarfinah (istri beliau) bahwa mbah Amin sengaja meminta kepada mbah Sholeh (calon besan) agar anaknya yang bernama Mustamar dinikahkan dengan anak putrinya yang ke-5 bernama Sarfinah, dengan tujuan agar ikut gelar ilmu agama, amar ma’ruf nahi mungkar di Singocandi (usaha lahiriyah). Dan mbah Sholeh pun menyetujuinya.
b.     Dikasih cucu negarawan sholih bijaksana, beliau adalah mbah petinggi Muhsin.
c.      Dikasih cucu sholih alim amil, beliau adalah mbah Durri.
Karena saking eratnya hubungan beliau bertiga maka  pantas dikasih julukan tokoh Tiga Serangkai. Seperti kata seorang penya’ir :
ما أَحسن الدين و الدنيا اذا اجتمعا * لابارك الله في الدنيا بلا دين
Alangkah sangat indahnya apabila agama dan dunia bisa bersatu * Allah tidak akan memberkahi dunia tanpa disertai agama.(seorang petiggi dan seorang alim)

4.     Dengan dakwah beliau bertiga inilah agama masyarakat Singocandi berangsur-angsur membaik, ibadah semakin semarak, masjid semakin banyak jama’ahnya dan kemaksiatan berangsur-angsur menipis, Ahli maksiat semakin mempunyai rasa malu tidak seperti zaman sebelumnya. Kemudian beliau bertiga sepakat meningkatkan dakwahnya kepada level yang lebih berat yaitu nahi munkar (menghentikan berbagai kemaksiatan) khususnya yang diselenggarakan rutin sejak dahulu di lokasi yang disebut buyut Ponjol. Karena persatuan antara ulama’ dan umaro’ sangat erat maka biidznillah kemaksiatan tersebut dapat dihentikan [Sumber cerita: dari mbah Durri bin mbah Mustamar (tokoh tiga serangkai)]. Semua program amar ma’ruf maupun nahi munkar berjalan mulus, tidak cukup dengan hanya berhentinya kemaksiatan tersebut, akan tetapi beliau bertiga sepakat untuk memperbanyak mushola diberbagai dukuh di Singocandi. Dan itu diawali mushola yang pertama dibangun di tanah mbah Mustamar, kemudian disusul dibangun mushola ditanah mbah petinggi Muhsin, kemudian musolla ditanah mbah husen ngelo dan dilanjutkan mushola-mushola yang lain.

5.     Akan tetapi suasana dakwah menjadi berubah kurang lancar dan agak lemah setelah meninggalnya dua tokoh utama yaitu mbah Mustamar dan mbah petinggi Muhsin. Kebetulan yang menggantikan kepala desa adalah mbah petinggi Masirin yang karakternya sangat nasionalis( pola fikirnya selalu bersumber dari hak asasi, kebebasan berkreasi, kesenian, tradisi dan kebudayaan ,kesenian apapon tidak ada yg haram) bertolak belakang dg bah muhsin yg mendukung agama sepenuhnya asal tidak melanggar peraturan negara. sedangkan tokoh agama mbah Durri karaktarnya meneruskan pendahulunya yaitu agamis (pola fikirnya selalu bersumber dari al-Qur’an, Hadits dan Aqwalul Ulama’). Maka terjadi banyak kebijakan yang bersebrangan, antara lain; kemaksiatan yang dulu telah dihentikan para pendahulu saat itu dihidupkan kembali dan beliau juga sering mendatangkannya di halaman rumahnya. Disinilah mulai nampak perpecahan umat islam di Singocandi. Ada santri yang pro tokoh agamis ada juga santri yang pro tokoh nasionalis dan ada juga yg adu domba kesana kemari.

6.     pendahulu kita semuanya saudara seiman, sekarang mari kita ambil hikmah dari sejarah tersebut, kita ikuti yang baik dan kita tinggalkan yang kurang baik. Kita sebagai bangsa Indonesia bangsa yg beragam harus saling menghormati, terhadap non muslim saja kita harus bersikap baik apalagi terhadap sesama muslim, dengan cara mendudukkan diri masing-masing pada posisi yang pas pada tempatnya, artinya apabila kita berada dimasjid maka mengikuti kepada tokoh agamis dan apa bila kita berada dibale desa maka mengikuti mengikuti tokoh nasionalis, supaya kita tidak salah jalan. Sebab Bila kita dimasdji maka bossnya Allah bila dibalai desa maka bossnya adalah rakyat.

Siapakah mbah Amin itu?
1.     Mbah Amin adalah kakek dari petinggi Muhsin, buyut mertua dari mbah petinggi Masirin, canggah dari mbah petinggi Slamet Riyadi, wareng dari Bapak petinggi Fredi Andrianto (keturunan mbah Amin ke-6).
2.     Beliau adalah bapak mertua mbah Mustamar, kakek dari mbah Durri, buyut dari Bapak Nashihul Umam (sejarawan cerita ini).

Kesimpulan terakhir
1.     Sebab apa mbah Amin dikasih berkah sebanyak itu, punya keturunan kepala desa yang turun temurun dan punya keturunan orang-orang alim juga turun temurun ? Itu semua hanya karena kehendak Allah.
2.     Karena apa Allah menghendaki beliau seberkah itu? Tidak lain karena beliau hidupnya hanya untuk  berkhidmat di jalan Allah dengan benar (aturan al-Qur’an dan Hadits) dan ikhlas.
تؤتي الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير انك على كل شيئ قدير
Ya Allah hanya engkau yg memberi kerajaan kpd yg engkau kehendaki dan mecabut kerajaan dari siapapon yg engkau kehendaki memulyakan kepada siapapon yg engkau kehendaki dan merendahkan kpd siapapon yg engkau kehendaki, ditanganmulah segala kebaikan dan engkau kuasa atas segala sesuatu.

Himbauan : Mari kita bercermin dan mengikuti jejak beliau dhohiron wa bathinan semampunya agar kita semua diberkahi Allah dunia akhirat.
لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الاخر وذكرالله كثيرا
لقد كان في قصصهم عبرة لاولى الأبصار
المسلم مرأة المسلم
Seorang muslim adalah tempat bercermin bagi muslim yang lain. Artinya kita ungkap sejarah mereka yang baik kita ambil dan yang kurang baik kita tinggalkan.
ان ابراهيم كان امة قانتا لله حنيفا وما كان من المشركين شاكرا لانعمه اجتباه الى صراط المستقيم .
وعهدنا الى ابراهيم واسماعيل ان طهرا بيتي للطائفين والعاكفين والركع السجود.
اذقال لقمان لابنه وهو يعده يابني لا تشرك بالله ان الشرك لظلم عظيم  .
لنا اعمالنا ولكم اعمالكم لا حجة بيننا وبينكم الله يجمع بيننا وبينكم واليه المصير.
ان احسنتم احسنتم لانفسكم وان اسأتم فلهالا اقراه في الدين قد تبين الرشد من الغي .
وسيق الذين كفروا الي جهنم زمرا .
وسيق الذين التقوا ربهم الى الجنة زمر ا .

Daftar para pewakaf tempat ibadah di Singocandi
1.     Masjid baitul ma’mur wakif / wadli’ mbah Surgi
2.     Masjid baitul muqoddas wakif / wadli’ mbah Puspoyudo
3.     Musholla geneng wakif / wadli’ mbah Mustamar
4.     Pondok putri geneng wakif / wadli’ mbah Durri Mustamar
5.     Musholla krajan utara wakif / wadli’ mbah Sodo
6.     Musholla krajan selatan wakif / wadli’ mbah Hardi
7.     Musholla singopadon  wakif / wadli’ H. Hasbullah
8.     Musholla pak bas wakif / wadli’ H. Mulyo
9.     Masjid pak syukur wakif/ wadli’ H. mahmudi
10. Musholla utara makam wakif / wadli’ mbah petinggi Muhsin
11.  Musholla ngelo wakif / wadli’ mbah Husain
12.  Musholla pak hadziq wakif / wadli’ mbah Abdul Halim
13.  Musholla candi baru wakif / wadli’ mbah H. Munthohhar
14. Musholla sigolang wakif / wadli’ Abdul surut dan Milhan Rhasipan

Komentar